Kamis, 20 November 2014

ALAM SEMESTA



Alam Semesta


ALAM SEMESTA yang kita bicarakan kali ini adalah alam yang meliputi semua objek atau benda yang ada di ruang angkasa yang diketahui. Kita akan membicarakan objek terkecil yang diketahui, mulai dari pertikel sub-atom terkecil sampai supergugus terbesar (galaksi). Para ahli astronomi memperkirakan alam semesta memiliki sekitar 100 miliar galaksi dan setiap galaksi terdiri atas sekitar 100 miliar bintang. Teori Ledakan Besar (Big Bing Theory) yang menyatakan bahwa alam semesta ini terbentuk dari sebuah ledakan besar (big bing) yang terjadi sekita 10-20 miliar tahun silam. Menurut teori tersebut, mulanya alam semesta sebuah bola api padat yang sangat panas yang terbentuk dari gas yang mendingin dan meluas. Dalam kurun sekitar sejuta tahun gas tersebut mulai memadat menjadi gumpalan yang terlokalisir, dinamakan protogalaksi. Lima miliar tahun berlangsung protogalaksi terus memadat dan membentuk galaksi yang melahirkan bintang. Miliaran tahun kemudian, yaitu masa sekarang, keseluruhan alam semesta terus meluas. Pada area tertentu, objek dipersatukan oleh gravitasi. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya galaksi ditemukan berkelompok.
          Ilmu pengetahuan modern, ilmu astronomi, baik berdasarkan pengamatan maupun teori, mengungkap dan menjelaskan bahwa alam semesta ini, bermula dari “gumpalan asap” yakni komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang (The first three minutes, a modern view of the origin of the universe, Weinberg, hal 94-105).
          Konsep tersebut merupakan prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi modern. Konsep tersebut dibangun dari pengamatan terhadap terbentuknya bintang-bintang baru dari peninggalan “gumpalan asap”. (Ingat fenomena Nebula, yakni sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari asap yang menjadi asal kejadian alam semesta. (The Space Atlas,  heather dan henbest, hal 50)
          Bintang-bintang yang berkilauan di malam hari, tampak indah  dan mempesona, menjadi media ahli untuk membangun konsep dan memprediksi cikal bakal alam semesta. Allah SWT berfirman: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa” Keduanya menjawab “Kami datang dengan suka hati”. (Al-Fushilat 41:11) [ALAM TERSEMBUNYI]

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda