Kamis, 20 November 2014

ALAM GALAKSI



ALAM Galaksi



GALAKSI, adalah bintang, nebula, dan materi antarbintang dalam jumlah yang sangat besar. Galaksi paling kecil terdiri atas 100.000 bintang, sedangkan galaksi terbesar mengandung hingga 3.000 miliar bintang. Ada tiga jenis galaksi yang dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk, yaitu: Pertama, Elips, berbentuk oval; Kedua, Spiral, dengan lengan menjulur ke luar dari pusaran inti; Ketiga, Iregular, yang tidak memiliki bentuk jelas.
          Kadang-kadang bentuk galaksi dapat berubah, dikarenakan terjadinya benturan dengan galaksi yang lain.
Inti galaksi disebut kausar (benda semibintang), letaknya sangat jauh, sehingga sifat sesungguhnya masih belum diketahui. Kausar bersifat padat dan sangat terang, berada di ujung terluar alam semesta yang telah diketahui. Jika galaksi “biasa” yang terjauh berjarak 10 miliar tahun cahaya, kausar terjauh berjarak 15 miliar tahun cahaya.

Bimasakti
BIMASAKTI, merupakan nama yang disandarkan kepada berkas cahaya lemah yang membentang di langit malam. Berkas cahaya tersebut berasal dari bintang dan nebula pada galaksi yang berbentuk spiral. Galaksi Bimasakti memang berbentuk spiral, dengan gumpalan pusat padat yang dikelilingi empat lengan yang menjulur keluar dan dikitari oleh lingkaran cahaya yang kurang padat. Galaksi Bimasakti sangat luas, dengan lintasan berjarak sekitar 100.000 tahun cahaya. (satu tahun cahaya setara dengan 9.460 miliar km).
          Tata Surya, merupakan anggota Galaksi Bimasakti berjarak 12 jam cahaya (sekitar 13 miliar km). Seluruh anggota galaksi berotasi diangkasa, kendati bintang dibagian dalam bergerak lebih cepat daripada bintang luar. Matahari yang berada sekitar 66% di luar pusat, menyelesaikan satu putaran galaksi kira-kira setiap 220 juta tahun.
Nebula dan Gugus Bintang
NEBULA adalah nama lain dari awan debu dan gas yang berada sebuah galaksi. Nebula akan bersinar jika gasnya bersinar atau awan debu tersebut memantulkan cahaya bintang atau menghalangi cahaya dari benda yang lebih jauh. Nebula dikenali beberapa macam diantaranya: Pertama,Nebula Emisi, adalah nebula yang bersinar dikarenakan gasnya mengeluarkan cahaya ketika terstimulasi oleh radiasi dari bintang muda yang panas; Kedua, Nebula Pantulan, adalah nebula yang bersinar karena debunya memantulkan cahaya dari bintang di dalam atau disekitar nabula tersebut; Ketiga, Nebula Gelap, adalah nebula yang tampak seperti siluet karena menghalangi cahaya dari nebula yang bersinar atau bintang yang ada di belakangnya; Keempat,Nebula Planet, adalah nebula yang selubung gasnya melayang menjauhi inti bintang yang meredup; Kelima, Nebula Sisa Supernova, adalah nebula yang selubung gasnya bergerak menjauhi inti bintang dengan kecepatan tinggi setelah ledakan hebat (supernova).
Gugus Bintang
GUGUS BINTANG, adalah bintang yang terlihat berkelompok. Jika berkelompoknya agak longgar yang terdiri dari beberapa ribu bintang muda disebut gugus terbuka. Namun jika kelompoknya berbentuk bulat kasar dan padat, terdiri atas ratusan ribu bintang tua, gugus ini dinamakan gugus bulat.
Bintang Belahan Utara
BEBERAPA peradapan kuno meyakini bahwa bintang-bintang berada diposisi yang sama. Letak tetap di bola langit yang mengelilingi Bumi. Apabila pandangan kita ditujukan ke langit belahan utara akan tampak kurang terang. Hal itu terjadi karena kita memalingkan muka dari pusat galaksi yang padat penghuninya. Salah satu kenampakan yang terkenal di belahan langit utara adalah Rasi Ursa Mayor (bintang biduk besar) dan Orion.
Bintang Belahan Selatan
APABILA pandangan kita hadapkan ke langit belahan selatan, itu artinya kita menghadap ke pusat galaksi, yang dihuni oleh banyak bintang. Bimasakti akan tampak lebih terang di langit belahan selatan dibanding di langit belahan utara. Langit belahan selatan lebih kaya nebula dan gugus bintang. Menurut para ahli belahan langit ini juga mengandung Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil. Dua galaksi yang paling dekat dengan galaksi kita.
          Rasi adalah bintang-bintang yang memiliki pola-pola tetap di langit. Akan tetapi rasi hanyalah merupakan pengelompokan semu bintang-bintang karena jarak antarbintang dalam satu rasi sangat beragam. Bentuk rasi pun dapat berubah dalam masa ribuan tahun dikarenakan gerak relatif bintang. Sedangkan gerak semu semua rasi di langit disebabkan oleh gerak Bumi (rotasi) di ruang angkasa. Rotasi harian Bumi menyebabkan rasi bergerak melintasi langit dari dari timur ke barat. Orbit Bumi yang mengelilingi Matahari mengakibatkan berbagai area langit dapat kita intip dalam berbagai musim.
Bintang
BINTANG, benda langit yang terbentuk dari gas bersinar dan terlahir dari nebula, kita namakan bintang. Bintang memiliki ukuran, massa, dan suhu yang sangat beragam. Menurut ahli diameternya berkisar antara 450 kali lebih kecil hingga lebih dari 1.000 kali diameter Matahari. Begitu pula dengan massanya, berkisar dari sekitar 1/20 (5%) sampai lebih dari 50 kali massa Matahari. Warnanya pun beragam, hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu. Bintang terpanas berwwarna biru, bintang terdingin bewarna merah. Matahari berada diantara dua titik ekstrem tersebut bewarna kuning dengan suhu permukaan 5.500oC.
KEBANYAKAN dari kita mungkin masih ingat dengan bait-bait lagu di atas. sering dinyanyikan ketika masih duduk di taman kanak-kanak (TK). Menurut para ahli, bintang kecil atau sering disebut bintang kerdil memiliki massa sampai sekitar 1,5 kali massa Matahari. Jadi tidak sekecil yang kita bayangkan, bukan?       Bintang kecil terbentuk ketika wilayah berkepadatan tinggi di nebula memadat menjadi globula gas dan debu sangat besar yang meluas mengikuti gravitasinya sendiri. Proses terbentuknya memakan waktu miliaran tahun. Bintang kerdil tak selamanya bersinar terang, ia akan meredup bahkan berhenti bersinar, karena mati. Bintang kedil ini dinamakan bintang kerdil hitam.
Bintang Besar
BINTANG BESAR  masih menurut ahli adalah bintang dalam kategori ukuran kecil tiga kali massa Matahari. Beberapa diantaranya bahkan mencapai sekitar 50 kali massa Matahari. Bintang besar merupakan maharaksasa merah, yang awalnya terbentuk atas inti helium yang dikelilingi lapisan gas luar yang mendingin dan meluas. Setelah beberapa juta tahun kemudian, serangkaian reaksi nuklir membentuk berbagai unsur pada selubung di sekeliling inti besi. Inti tersebut akan meledak dan hancur dalam waktu satu detik. Ledakan tersebut dinamakan supernova. Lapisan luar bintang tersapu oleh guncangan gelombang, kondisi ini menyebabkan supernova bersinar lebih terang dari seluruh galaksi selama beberapa saat. Kadang-kadang inti selamat dari dari ledakan supernova. Apabila massa inti yang selamat itu berkisar 1,5 sampai 3 kali massa Matahari, inti tersebut akan mengerut menjadi neuron kecil yang padat. Jika lebih besar melebihi 3 kali massa Matahari, inti akan mengerut menjadi lubang hitam atau dikenal sebagai bintang hantu..!
Bintang Hantu
BINTANG HANTU atau Bintang Neutron dikenal dengan sebutan Lubang Hitam merupakan objek langit yang terbentuk dari inti bintang yang bertahan setelah ledakan bintang dalam supernova. Apabila massa inti yang selamat itu berkisar 1,5 sampai 3 kali massa Matahari, inti tersebut akan mengerut menjadi neuron kecil yang padat. Jika lebih besar melebihi 3 kali massa Matahari, inti akan mengerut menjadi lubang hitam atau dikenal sebagai bintang hantu. Bintang neuron kebanyakan berdiameter 10 km dan hampir semua terdiri atas pertikel subatom yang disebut neuron. Bintang ini sangat padat dan berat, satu senduk teh memiliki berat sekitar satu miliar ton. Bintang neutron tampak seperti pulsar karena berputar sangat cepat serta memancarkan dua larik gelombang radio yang merambat di langit dan terdeteksi sebagai getaran pendek. Lubang hitam atau bintang hantu memiliki gravitasi yang sangat kuat, sehingga cahaya pun tak dapat menghindarinya. Akibat hal tersebut Lubang Hitam nyaris tidak terlihat. Keberadaannya hanya terdeteksi oleh bintang pengiring di dekatnya. Gravitasinya tidak hanya menarik cahaya sendiri, tetapi juga gas dari bintang lain. Pusarannya membentuk cakram imbuhan yang bergerak mengitari lubang hitam dengan kecepatan tinggi dan memanas serta memancarkan radiasi. Zat ini berputar-putar ke dalam seperti pusaran air di angkasa melintasi cakrawala peristiwa (perbatasan lubang hitam). kemudian menghilang bagaikan hantu dari alam semesta yang tampak. Menuju Alam Tersembunyi. [ALAM TERSEMBUNYI]

Label:

ALAM SEMESTA



Alam Semesta


ALAM SEMESTA yang kita bicarakan kali ini adalah alam yang meliputi semua objek atau benda yang ada di ruang angkasa yang diketahui. Kita akan membicarakan objek terkecil yang diketahui, mulai dari pertikel sub-atom terkecil sampai supergugus terbesar (galaksi). Para ahli astronomi memperkirakan alam semesta memiliki sekitar 100 miliar galaksi dan setiap galaksi terdiri atas sekitar 100 miliar bintang. Teori Ledakan Besar (Big Bing Theory) yang menyatakan bahwa alam semesta ini terbentuk dari sebuah ledakan besar (big bing) yang terjadi sekita 10-20 miliar tahun silam. Menurut teori tersebut, mulanya alam semesta sebuah bola api padat yang sangat panas yang terbentuk dari gas yang mendingin dan meluas. Dalam kurun sekitar sejuta tahun gas tersebut mulai memadat menjadi gumpalan yang terlokalisir, dinamakan protogalaksi. Lima miliar tahun berlangsung protogalaksi terus memadat dan membentuk galaksi yang melahirkan bintang. Miliaran tahun kemudian, yaitu masa sekarang, keseluruhan alam semesta terus meluas. Pada area tertentu, objek dipersatukan oleh gravitasi. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya galaksi ditemukan berkelompok.
          Ilmu pengetahuan modern, ilmu astronomi, baik berdasarkan pengamatan maupun teori, mengungkap dan menjelaskan bahwa alam semesta ini, bermula dari “gumpalan asap” yakni komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang (The first three minutes, a modern view of the origin of the universe, Weinberg, hal 94-105).
          Konsep tersebut merupakan prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi modern. Konsep tersebut dibangun dari pengamatan terhadap terbentuknya bintang-bintang baru dari peninggalan “gumpalan asap”. (Ingat fenomena Nebula, yakni sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari asap yang menjadi asal kejadian alam semesta. (The Space Atlas,  heather dan henbest, hal 50)
          Bintang-bintang yang berkilauan di malam hari, tampak indah  dan mempesona, menjadi media ahli untuk membangun konsep dan memprediksi cikal bakal alam semesta. Allah SWT berfirman: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa” Keduanya menjawab “Kami datang dengan suka hati”. (Al-Fushilat 41:11) [ALAM TERSEMBUNYI]

Label:

ALAM RUH



Alam Segala Ruh


       KETIKA itu alam semesta ini belum ada. Belum ada ruang dan waktu. Matahari dan bulan belum beredar, karena keduanya belum diciptakan. Padahal peredaran keduanya menjadi dasar perhitungan waktu. Tak ada detik, belum ada menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun, apalagi abad.
          Jauh sebelum itu, telah ada Zat yang Wajib Ada, Zat yang tidak terikat dengan ruang dan waktu. Ia adalah Zat Allah Yang Maha Pencipta, Sang Khalik. Sang Pencipta alam semesta ini.
          Penciptaan yang tidak membutuhkan apapun. Peralatan, bahan atau tenaga. Cukuplah dengan kalimat “Kun!” maka jadilah.
          DIA-lah, Pencipta yang tidak membutuhkan apapun dari hasil ciptaan-Nya. Sang Khalik yang tidak berhajad dari kehidupan yang zaty serta qadim. Tak pernah lupa, jenuh, lalai, lelah apalagi tidur. Allah menciptakan alam semesta dan seisinya ini karena akan menciptakan makhluk yang dinamakan jin dan manusia. Agar mereka beribadah kepada-Nya.
          Allah SWT pertama menciptakan Sumber Segala Ruh” (Ruuhul Azhum dari Nur-Ahadiyah-Nya), yaitu Ruh Nabi Muhammad SAW. Dari Ruuhul Azhum tersebut diciptakan ruh para Nabi, kemudian ruh para Wali, kemudian ruh para manusia. Kemudian ruh para malaikat, ruh bangsa jin, ruh bangsa hewan dan ruh tumbuhan.
          Selain itu, Allah menjadikan pula empat anasir (unsur), yaitu air, api, angin, dan tanah. Melalui keempat unsur itulah Allah menjadikan makhluk di langit dan di bumi, malaikat dan jin, manusia, hewan, tumbuh, pepohonan dan lain-lain.

Pohon Raksasa
          POHON?, Ya pohon!. Pada riwayat yang lain, Allah menciptakan sebuah “Pohon Raksasa”. Tak ada yang mampu memperkirakan seperti apa wujudnya? Bagaimana besarnya? Hanya Allah yang Maha Tahu. Pohon itu dinamakan “Sajaratul Yaqiin” atau “Sajaratul Muttaqqin” ada juga yang menamakan “Sijratul Muntaha”. Kemudian Allah menciptakan Nur-Muhammad itu, seperti rupa “burung merak”. Lalu dimasukkan ke dalam “sangkar mutiara”, yang digantungkan dipohon raksasa tersebut sambil bertasbih memuji Allah selama 70.000 tahun.
          Di dekat sangkar tersebut diletakkan sebuah cermin yang bernama “Haya”. Ketika melihat bayangannya pada cermin, munculah rasa malu sampai mengeluarkan keringat disekujur tubuh. Atas kodrat Ilahi, maka tiap-tiap butir keringat itu menjadi ruh umat manusia. Kemudian Allah perintahkan lima kali sujud. Lalu berubahlah rupa merak tersebut menjadi wujud manusia yang rupawan sekali, berdiri seperti orang sedang shalat dalam keranda mutiara. Kemudian Allah perintahkan kepada seluruh ruh-ruh tersebut untuk tawaf mengelilingi “Lembaga Muhammad”, sambil mengucap tasbih dan tahmid ke khadirat Allah selama seratus ribu tahun.
          Allah memandang “Nur Muhammad”, berkeringatlah sekujur tubuh Nur tersebut.  Lalu, dari keringat hidungnya, Allah menciptakan sekalian malaikat; dari keringat mukanya, Allah jadikan ‘Arsy, Lauhil-Mahfuzh, Qolam dan lain-lain; dari keringat dadanya, Allah menjadikan Nabi-nabi dan Rasul, Ulama; dari keringat belakangnya, Allah menjadikan Baitul Makmur, Baitullah, Baitul Muqaddas dan tempat-tempat ibadah di seluruh dunia; dari keringat alisnya, Allah jadikan ruh-ruh umat Muhammad laki-laki dan perempuan; dari keringat telinganya, Allah menjadikan ruh-ruh umat Yahudi dan Nashara serta orang-orang sesat di jalan Allah; dari keringat kakinya, Allah menjadikan isi alam semesta, alam dunia. 
          Kemudian Allah berkata kepada Nur tersebut: “Coba lihat mukamu!”. Ia memandang ke depan, dilihat ada sesuatu berupa Nur, demikian pula ketika Ia memandang ke bekalang ada sesuatu berupa Nur. Ia memandang ke kanan dan ke kiri, dilihatnya ada sesuatu berupa Nur pula. Itulah Nur-nur para sahabat;
Abu Bakr As-Shiddiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Nur Muhammad lalu bertasbih ke khadirat Allah SWT selama kurun waktu 70.000 tahun. Allah jadikan dari Nur Muhammad tersebut, Nur sekalian para nabi-nabi. Kemudian Allah jadikan ruh umat Muhammad dari Nur Muhammad, dan ruh umat para nabi dari Nur nabinya masing-masing. Ruh-ruh umat Nabi Muhammad mengucapkan kalimat tauhid “ La ilah ha ilallah Muhammadurrasulullah- Tiada Tuhan kecuali Allah, Nabi Muhammad utusan Allah” [1]  [ALAM TERSEMBUNYI]


[1] (disarikan dari Asal Mula Kejadian Alam, Musannif Efendie, Ustadz, Berita Alam Gaib sebelum dan Sesudah Hari Kemudian, 1979:6-9

Label: